Ulasan Pasar Modal 26 September 2023
ULASAN PASAR DUNIA
• WALL STREET Indeks-indeks Wall Street berbalik arah pada Senin menghentikan penurunan empat hari berturut-turut.
S&P 500 naik 0,4% menjadi 4.337,44. Sedangkan Nasdaq Composite ditutup lebih tinggi sebesar 0,45% pada 13.271,32. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 43,04 poin (0,13%) menjadi 34.006,88.
• BURSA EROPA Pasar Eropa ditutup lebih rendah pada hari Senin karena para investor merefleksikan serentetan keputusan bank sentral minggu lalu dan prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
• BURSA ASIA Pasar Asia-Pasifik bervariasi karena para investor menantikan data inflasi dari seluruh wilayah di minggu ini.
==========
KOMODITAS
• MINYAK MENTAH Harga minyak berakhir datar dalam perdagangan yang berombak pada Senin karena Rusia melonggarkan larangan bahan bakar dan investor mengamati kenaikan suku bunga yang dapat membatasi permintaan.
Minyak mentah berjangka Brent ditutup 2 sen lebih tinggi pada US$ 93,29 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 35 sen menjadi US$ 89,68.
• CPO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menguat ada perdagangan Senin penyebabnya pelaku pasar menanti rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode September hingga potensi harga minyak kedelai yang akan bullish dalam sepekan kedepan.
Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2023 naik 28 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.675 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2023 menguat 28 Ringgit Malaysia menjadi 3.687 Ringgit Malaysia per ton.
• EMAS Harga emas global turun pada akhir perdagangan Senin, tertekan oleh dolar AS yang mencapai level tertinggi 10 bulan sebagai respons terhadap peringatan Federal Reserve pekan lalu bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$9,00 atau 0,46 persen menjadi ditutup pada US$1.936,60 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di US$1.946,80 dan terendah di US$1.933,80.
• BATU BARA Harga batu bara rebound pada perdagangan Senin ditopang banyak sentimen, mulai dari potensi peningkatan permintaan dari China yang dilaporkan kembali terjadinya kecelakaan tambang batu bara di Kota Panzhou, harga batubara Indonesia yang terus naik, hingga kenaikan harga gas.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka September 2023 stagnan di US$ 160 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Oktober 2023 terkerek US$ 2,25 menjadi US$ 160,75 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 naik US$ 1,20 menjadi US$ 163,60 per ton.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 25 September 2023 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 25 September 2023
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :
Recent Comments