Ulasan Pasar Modal 04 Oktober 2023
ULASAN PASAR MODAL
• WALL STREET Indeks-indeks Wall Street anjlok lebih dari 1% pada Selasa tertekan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi sejak 2007. Meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan membekukan pasar perumahan dan membawa perekonomian ke dalam resesi.
Dow Jones Industrial Average turun 430,97 poin (1,29%) menjadi 33,002.38. S&P 500 ambles 1,37% menjadi 4,229.45. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 1,87% berakhir pada 13,059.47.
• BURSA EROPA Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah karena para investor mencerna data ekonomi yang kurang baik dari wilayah tersebut.
• BURSA ASIA Saham Asia turun tajam dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang jatuh 1,36% ke level terendah sejak tanggal 28 November 2022. Sentimen pasar tertekan komentar hawkish dari sejumlah pejabat tinggi bank sentral AS.
==========
KOMODITAS
• MINYAK MENTAH Harga minyak mengalami pemulihan dan mengakhiri perdagangan dengan kenaikan sedikit setelah sebelumnya merosot ke level terendah dalam tiga minggu terakhir. Penurunan harga minyak tersebut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan indikasi-indikasi ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat. Namun, harga minyak mendapat dukungan dari pengurangan pasokan minyak mentah.
Minyak mentah berjangka Brent menetap 21 sen lebih tinggi pada $90,92 per barel, setelah jatuh ke level terendah sesi $89,50, terendah sejak 8 September. Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), menetap naik 41 sen pada $89,23 per barel. Level terendah sesi adalah $87,76, terlemah sejak 12 September.
• EMAS Aksi jual emas melambat untuk pertama kalinya dalam hampir dua minggu setelah logam kuning mencapai level terendah baru 7 bulan akibat lonjakan imbal hasil Treasury yang hampir tak henti-hentinya dan lonjakan dolar ke level tertinggi 11 bulan.
Kontrak berjangka emas yang paling aktif di Comex New York pada bulan Desember, turun $5,70, atau 0,3%, pada $1.841,50 per ons.
• BATU BARA Harga batu bara kembali jatuh disebabkan oleh beberapa sentimen negatif, mulai dari pelemahan harga gas, berlimpahnya pasokan batu bara di China, kenaikan tarif jasa Pelabuhan di Muara Berau Samarinda, hingga merosotnya permintaan impor batu bara India dari Australia.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 turun $4,85 menjadi $149,65 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 terkoreksi $6,75 menjadi $149,35 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 melorot $6 menjadi $152 per ton.
• CPO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) datar ditengah sentimen yang beragam.
Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2023 turun 1 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.644 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2023 melemah 1 Ringgit Malaysia menjadi 3.672 Ringgit Malaysia per ton.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 02 Oktober 2023 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 02 Oktober 2023
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :
Recent Comments