Reporter: Agustina Melani
Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level tertinggi 8.400 pada 2023, sedangkan level terendah 6.750. Pertumbuhan IHSG itu diprediksi akan ditopang sektor saham barang konsumsi dan properti.
Di tengah proyeksi ekonomi 2023 yang lebih menantang, investor pasar modal diharapkan tak terlalu agresif saat berinvestasi dan perlu meningkatkan perhatian terhadap kondisi makro ekonomi global.
Chief Economist Bahana TCW Investment, Budi Hikmat menuturkan, jika suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) kembali naik pada 2023. Dengan demikian, industri perbankan akan berhati-hati menyalurkan kredit.
Tanpa penyaluran kredit yang ideal, ekonomi akan sulit bergerak lebih gesit. Kemungkinan ekonomi melambat akan jauh lebih besar. Hal itu diperparah konfilik geopolitik Ukraina dan Rusia. Dengan demikian, menurut dia, 2023 harus terbiasa dengan kondisi ekonomi yang berhadapan dengan inflasi.
“Yang menarik, prospek ekonomi kemungkinan stagflasi. Tetapi prospek investasi belum tentu. Karena pasar modal selalu lebih dulu bergerak dari sektor riil. Investment strategy 2023 adalah living with inflation. Saran saya sebetulnya kalau kita bicara investasi jangan persempit hanya di saham, silahkan pertimbangkan properti,” tutur dia, dalam acara Investment Talk yang diselenggarakan D’ORIGIN Financial & Business Advisory dan IGICO Advisory, pada Rabu, 29 Desember 2022, ditulis Minggu (1/1/2023).
Ia menambahkan, ketika akan hadapi volatilitas pada 2023 untuk baiknya investor melengkapi aset kelasnya. Salah satu yang dinilai menarik yaitu dana asing yang keluar luar biasa besar pada instrument investasi Surat Berharga Negara (SBN).
Adapun akhir tahun 2022, dana asing pada SBN mulai marak masuk kembali. “Ada baiknya kalau berpikir investasi, penting sekali, dan menurut saya asing akan masuk ke SBN dan saham kita (pada 2023),” ujar dia.
Budi menuturkan, kendati dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi, pihaknya masih optimistis melihat kondisi perekonomian 2023. Sebab, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dicabut pemerintah secara menyeluruh dan bisa lebih memutar roda perekonomian.
Dia pun mengutip data Bloomberg di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diproyeksi sekitar 4,9 persendengan tingkat inflasi 4,3 persen. Dia memproyeksikan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2023 melalui tiga skenario. Untuk base case ada pada level 7.550, untuk posisi bull menembus level 8.400 dan posisi bear pada level 6.750.
Dalam acara yang sama, Founder of Kurikulumsaham Alex Sukandar menuturkan dari sisi performa sepanjang 2022 foreign buy di pasar modal Indonesia mencapai sebesar Rp62,9 triliun.
Sektor dengan perputaran modal asing terbesar adalah IDX Finance dan IDX Energy dengan foreign flow masing-masing Rp49,9 triliun dan Rp11,8 triliun.
Adapun sektor-sektor yang sepanjang tahun ini bertumbuh di bursa saham adalah IDX Energy yang tumbuh 98,20 persen, IDX Industry 12,10 persen, IDX Health 6,73 persen, dan IDX Non Cyclic sebesar 6,26 oerseb. Dia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan yang diproyeksikan cemerlang pada 2023 HRUM, PTBA, dan INDY di sektor energi. Juga BMRI, BBRI, BBCA di sektor keuangan.
Senada dengan Budi, dia pun menyarankan investor berinvestasi pada mata uang asing. “Kecenderungannya memang akan masih naik USD terhadap rupiah. Kalau untuk jangka panjang saya lebih memilih euro atau USD. Karena ini down trend-nya lumayan panjang banget,” ujar dia.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Capital Market Practitioner Nandang Kuswara mengatakan sepanjang tahun ini kinerja IHSG cenderung baik dengan pertumbuhan secara year to date (ytd) sebesar 4,23 persen.
Dia membandingkan kinerja IHSG dengan bursa saham di negara lain yang terkoreksi. Seperti DJIF terkoreksi 8,81 persen secara ytd, FTSE 0,48 persen, HSI 15,93 persen, GSPC 20,31 persen, N225 10,47 persen, SSEC 16,24 persen, IXIC 33,83 persen dan GDAXI terkoreksi 13,15 persen.
Dia mengakui, sentimen ekonomi global cukup mempengaruhi kondisi pasar modal Tanah Air. Di sisi lain, dia pun merekomendasikan beberapa sektor di pasar modal yang menjanjikan tahun depan, yaitu sektor energi, indeks health, non-cyclic. “Saya juga kemungkinan melihat di 2023 ini lebih ke non-cyclic, itu lebih ke consumer goods.
Properti juga akan jadi salah satu yang menarik juga, apa lagi kalau untuk trading atau investasi jangka pendek mungkin bisa diperdagangkan cukup lumayan ya risk and reward-nya. Sedangkan untuk finance sendiri udah mulai turun performnya dibanding compositenya itu sendiri,” kata dia
Artikel ini telah tayang dan dapat dibaca selengkapnya di liputan6.com dengan judul “IHSG Berpeluang Sentuh 8.400 pada 2023, Ini Sektor Saham Pilihannya”
Klik selengkapnya di sini:“IHSG Berpeluang Sentuh 8.400 pada 2023, Ini Sektor Saham Pilihannya”
Dapatkan ulasan pasar modal terkini:
Kopi Pagi Ulasan Pasar Modal 03 Januari 2023
Klik untuk info event terkini dan ulasan pasar modal harian
Klik untuk full video Investment Talk: Past Forward 2022 – 2023
Recent Comments