Ulasan Pasar Modal 01 April 2024
• IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal beranjak dari zona merah hingga sesi perdagangan hari Kamis (28/3) berakhir. IHSG melorot 0,29 persen ke posisi 7.288.
Sebagian besar sektor saham juga bergerak ke zona merah. Sektor transportasi masih jadi yang terlemah, turun 2,92 persen. Sedangkan sektor teknologi menjadi yang terkuat, naik 0,85 persen.
Pada perdagangan Kamis (28/3), investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp390,5 miliar, sedangkan untuk sepanjang tahun ini investor asing sudah melakukan aksi beli bersih mencapai Rp26,28 triliun.
Dengan posisi IHSG yang berakhir di level 7.288, maka nilai kapitalisasi pasar di BEI pada akhir pekan lalu menjadi Rp11.692 triliun atau turun 0,48 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang mencapai Rp11.748 triliun.
Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 25-28 Maret 2023, rata-rata volume transaksi harian hanya 14,83 miliar saham atau merosot 10,12 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang mencapai 16,5 miliar saham per hari.
Berdasarkan data perdagangan yang dikutip Minggu (31/3), penurunan kinerja perdagangan saham selama sepekan terakhir juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang mnyusut 10,53 persen menjadi 1,02 juta kali dari 1,14 juta kali transaksi per hari pada sepekan sebelumnya.
Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan 10,82 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp10,17 triliun per hari pada sepekan sebelumnya.
Pada hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 7250/7210 dan resist 7370/7365.
Pilihan saham : AMMN, TPIA, ITMG, ANTM, UNTR, ICBP, MYOR, CPIN, JPFA, BMRI, BRIS.
Pada perdagangan Kamis, 28 Maret 2024 IHSG di tutup melemah pada level 7.288,81 (-21.28 pts ; -0.29%) dengan volume lebih besar dari hari kemarin.
IHSG range : 7.240 – 7.340
Support : 7.260 ; 7.240
Resist : 7.300 ; 7.340
Pelemahan IHSG berpotensi menguji support 7.260, penembusan level ini membuka peluang menuju 7.240. IHSG membentuk ekor dibawah cukup panjang, menunjukan adanya dorongan beli.
• OBLIGASI Selema sepekan terakhir, BEI menerima pencatatan tiga surat utang, yakni Obligasi Berkelanjutan VII Tahap IV-2024 senilai Rp1,14 triliun dan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II-2024 senilai Rp1,5 triliun yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial. Satu lagi adalah, Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap III-2024 senilai Rp1,18 triliun yang diterbitkan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry.
Dengan pencatatan tiga surat utang tersebut, maka jumlah obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI pada tahun ini sebanyak 22 emisi dari 18 emiten senilai Rp25,45 triliun. Adapun total emisi obligasi dan sukuk berjumlah 552 emisi yang diterbitkan 128 emiten, dengan nilai outstanding RRp464,90 triliun dan USD32,362 juta.
Sementara itu, saat ini jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI 186 emisi sebesar Rp5.915 triliun dan USD502,10 juta. Adapun jumlah Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp3,19 triliun.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 28 Maret 2024 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 28 Maret 2024
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :


Recent Comments