Ulasan Pasar Modal 12 Oktober 2023
ULASAN PASAR DUNIA
• WALL STREET Indeks-indeks Wall Street melanjutkan penguatan pada perdagangan waktu setempat karena para investor mengabaikan pembacaan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Pelaku pasar tetap fokus pada komentar pejabat Federal Reserve yang kurang hawkish.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,19 persen atau 65,57 poin ke 33.804,87, S&P 500 menguat 0,43 persen atau 18,71 poin ke 4.376,95, dan Nasdaq menanjak 0,71 persen atau 96,83 poin ke 13.659,68.
• BURSA EROPA Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi setelah mencatat performa satu hari terbaik mereka dalam hampir satu tahun terakhir di sesi sebelumnya.
• BURSA ASIA Pasar Asia-Pasifik naik secara keseluruhan, dengan saham-saham Korea Selatan memimpin kenaikan.
==========
KOMODITAS
• MINYAK MENTAH Harga minyak turun lebih dari 2% karena kekhawatiran akan gangguan pada suplai akibat konflik di Timur Tengah mereda sehari setelah produsen utama OPEC, Arab Saudi, berjanji untuk membantu menstabilkan pasar.
Minyak mentah berjangka Brent turun $1,83, atau 2,1%, menjadi $85,82 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $2,48, atau 2,9%, menjadi menetap di $83,49.
• EMAS Harga emas mencapai level tertinggi 2 minggu karena Indeks Dolar AS turun lebih jauh dari puncak 11 bulan minggu lalu dan imbal hasil obligasi turun dari level tertinggi sejak 2007.
Kontrak berjangka emas yang paling aktif di Comex New York pada bulan Desember, menetap naik $12, atau 1%, pada $1.887,30 per ons setelah sesi tertinggi di $1.890,85. Sedangkan harga spot emas berada di $1,874.33, naik $13.81, atau 0.7%, pada hari itu. Puncak sesi adalah $1,858.70.
• BATU BARA Harga batu bara turun terseret pelemahan harga komoditas energi, yaitu minyak dan gas.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 turun $1,40 menjadi $140,50 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 terkoreksi $3,35 menjadi $145 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 melemah $3,25 menjadi $148,75 per ton.
• CPO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) lagi-lagi melemah tertekan merosotnya harga minyak nabati.
Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2023 melemah 11 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.530 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2023 turun 13 Ringgit Malaysia menjadi 3.526 Ringgit Malaysia per ton.
==========
MAKRO
• RUPIAH Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat 0.25% ke level Rp15.700 pada perdagangan hari Rabu. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 11 Oktober 2023 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 11 Oktober 2023
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :


Recent Comments