Ulasan Pasar Modal 19 Oktober 2023
ULASAN PASAR DUNIA
• WALL STREET Indeks-indeks Wall Street tergelincir pada Rabu tertekan penguatan imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat (AS) 10 tahun ke level tertinggi dalam 16 tahun terakhir.
Dow Jones Industrial Average tergelincir 332,57 poin (0,98%) menjadi berakhir pada 33,665.08. Sedangkan S&P 500 anjlok 1,34% menjadi 4,314.60. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 1,62% menjadi 13.314,30.
• BURSA EROPA Pasar Eropa mengalami penurunan karena para pedagang sedang memantau berita terkait pendapatan perusahaan, perkembangan di Timur Tengah, dan data inflasi utama.
• BURSA ASIA Bursa Asia-Pasifik bervariasi setelah data ekonomi dari Cina menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.
==========
KOMODITAS
• MINYAK MENTAH Harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi dua minggu karena penarikan stok AS yang lebih besar dari perkiraan dan kekhawatiran mengenai suplai global setelah Iran menyerukan embargo minyak terhadap Israel karena konflik di Gaza.
Minyak mentah berjangka Brent naik $1,60, atau 1,8%, menjadi $91,50 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik $1,66, atau 1,9%, menjadi $88,32. Pada sesi tertinggi mereka, keduanya naik lebih dari $3 per barel.
• EMAS Harga emas naik tajam mendekati level tertinggi satu bulan karena potensi eskalasi perang Israel-Hamas mendorong permintaan safe haven..
Kontrak berjangka emas yang paling aktif di Comex New York pada bulan Desember, ditutup naik $32,60, atau 1,6%, pada $1,968.30 per ounce.Sedangkan, harga emas spot berada di $1.950,45, naik $27,29, atau 1,4%.
• BATU BARA Harga batu bara mayoritas menguat mengikuti kenaikan harga gas di Eropa dan meningkatnya impor batu bara India. Namun disisi lain, produksi batu bara China pada September naik 0,4% mtm.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 turun $2,25 menjadi $140 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 menguat $0,35 menjadi $146,35 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 naik $0,10 menjadi $150,35 per ton.
• CPO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali menguat. Dengan demikian, harga CPO naik lima hari beruntun efek dari banyaknya sentimen positif, mulai dari meningkatnya ekspor, meningkatnya permintaan Tiongkok, hingga menguatnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT).
Kontrak berjangka CPO untuk November 2023 menguat 30 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.769 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2023 naik 26 Ringgit Malaysia menjadi 3.793 Ringgit Malaysia per ton.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 18 Oktober 2023 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 18 Oktober 2023
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :
Recent Comments