Ulasan Pasar Modal 24 Oktober 2023
Ulasan Pasar Dunia
• WALL STREET Indeks-indeks Wall Street bervariasi, hanya Nasdaq Composite yang naik. Hal itu berkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) turun dari level tertingginya. Ditambah lagi, investor menantikan rilis pendapatan perusahaan dari raksasa industri teknologi.
Dow Jones Industrial Average tergelincir 190,87 poin (0,58%) menjadi ditutup pada 32.936,41. Sedangkan S&P 500 melorot 0,17% menjadi 4.217,04. Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat teknologi naik 0,27% menjadi 13.018,33.
• BURSA EROPA Pasar Eropa ditutup lebih rendah pada hari Senin karena para investor memantau ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
• BURSA ASIA Bursa Asia-Pasifik melanjutkan aksi jual mereka menjelang rilis data inflasi dari seluruh wilayah dan angka-angka produk domestik bruto kuartal ketiga Korea Selatan.
==========
KOMODITAS
• MINYAK MENTAH Harga minyak turun lebih dari 2% karena upaya-upaya diplomatik di Timur Tengah semakin intensif dalam upaya untuk meredam konflik antara Israel dan Hamas, meredakan kekhawatiran para investor mengenai potensi gangguan pasokan.
Minyak mentah berjangka Brent turun $2,33, atau 2,5%, pada $89,83 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun $2,59, atau 2,9%, pada $85,49 per barel.
• EMAS Safe-haven, emas, melemah setelah melonjak mendekati level kunci $2.000 pada sesi terakhir, karena para pedagang memposisikan diri untuk perkembangan lebih lanjut mengenai konflik Timur Tengah dan data ekonomi AS.
Emas spot turun 0,3% menjadi $1.976,19 per ons. Emas berjangka AS menetap 0,3% lebih rendah pada $1,987.80.
• BATU BARA Harga batu bara mayoritas terpangkas akibat tertekan ramainya sentimen negatif, mulai dari pelemahan harga gas hingga stok batu bara di India yang meningkat.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 naik $0,35 menjadi $138,35 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 terkoreksi $3,15 menjadi $139,85 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 jatuh $2,55 menjadi $142,25 per ton.
• CPO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) jatuh terseret pelemahan minyak nabati.
Kontrak berjangka CPO untuk November 2023 turun 24 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.692 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2023 melemah 22 Ringgit Malaysia menjadi 3.728 Ringgit Malaysia per ton.
==========
Disclaimer :
Perdagangan Beli Jual Saham adalah instrument investasi yang memiliki risiko kerugian.
Semua postingan di laman ini bertujuan utama untuk berbagi informasi seputar market dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko.
Setiap keputusan transaksi beli jual ada di tangan Anda masing-masing.
Kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian yang ditimbulkan atas transaksi beli jual yang Anda lakukan.
Anda perlu detail Ulasan Pasar dalam format PDF? Klik link di bawah ini :
Untuk Kopi Pagi: Ulasan Pasar Modal 23 Oktober 2023 :
Kopi Pagi : Ulasan Pasar Modal 23 Oktober 2023
Follow our IG or click the link to see all of our upcoming events and the latest news on the stock market :


Recent Comments