Digitalisasi Sektor Manufaktur Berlanjut, Ini Proyeksi Kinerja IPCC di Semester II-2021
EmitenNews.com – Sektor manufaktur menunjukkan tajinya di sepanjang semester I tahun ini dan diharapkan akan terjaga hingga akhir 2021, sehingga kinerja saham emiten di sektor tersebut bisa kembali bersinar.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada pekan lalu memperlihatkan sumbangsih sektor manufaktur merupakan yang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan II/2021 yakni 1,35%. Pada periode ini sektor manufaktur pun mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,91% kendati ekonomi masih dihadang pandemi.
Sektor manufaktur juga menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun ini yakni sebesar 17,34%. Selain itu, kinerja ekspor sektor manufaktur pada semester I/2021 tercatat sebesar USD 81,06 miliar. Jumlah itu setara 78,80% dari total ekspor nasional yang mencapai USD 102,87 miliar.
Maryadi Laksmono, praktisi pasar modal sekaligus pendiri komunitas Investor Cafe, mengatakan hasil positif tersebut diharapkan bisa menular kepada kinerja saham emiten sektor manufaktur. Dia menilai, perbaikan kinerja tersebut tak terlepas dari pulihnya kegiatan masyarakat.
“Update terakhir sampai dengan semester I/2021 beberapa sudah mulai membaik kinerjanya kalau saya lihat. Aktivitas dari masyarakat yang sepanjang semester I sudah mulai pulih meningkatkan kinerja mereka. Menopang permintaan sehingga bisa membukukan kinerja yang membaik,” katanya.
Cynthia Nadeak, direktur D’Origin menambahkan sejak Juli lalu pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju pandemi Covid-19. Hal itu, memang akan menjadi tantangan bagi pelaku ekonomi di semester II/2021. Namun, stimulus berupa kebijakan fiskal dan upaya pemerintah menekan laju pandemi di sepanjang tahun ini dinilai akan menekan risiko PPKM yang masih diperpanjang hingga pekan kedua Agustus 2021.
“Apa yang dilakukan pemerintah sudah mewakili. Stimulus membuat kinerja emiten membaik. Sentimen positif bisa juga datang dari luar pelaku pasar melihat upaya pemerintah menggalakan vaksin tumbuh persepsi baik dan sentiment positif yang menggerakan harga saham,” tuturnya.
Salah satu emiten yang bersinggungan dengan industri manufaktur adalah PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. atau IPCC yang merupakan anak usaha dari PT Pelindo II (Persero). Perusahaan pelat merah tersebut bergerak di bidang usaha Kepelabuhanan (Port) yang menyediakan layanan Bongkar Muat di Terminal Kendaraan. IPCC menjadi bagian dari mata rantai ekosistem logistik industri otomotif di Tanah Air.
Investor Relations IPCC, Reza Priyambada menilai ada harapan pertumbuhan kinerja di sektor manufaktur hingga akhir 2021. Pelaku usaha di sektor tersebut setidaknya sudah beradaptasi dengan kondisi menantang karena pandemi Covid-19.
Dia menilai, performa sektor manufaktur masih dapat bertumbuh di masa pandemi, emiten manufaktur ataupun yang terkait harus mampu menunjukkan perbaikan dan efisiensi kinerja untuk menarik minat investor.
Artikel ini telah tayang di emitennews.com dengan judul “Digitalisasi Sektor Manufaktur Berlanjut, Ini Proyeksi Kinerja IPCC di Semester II-2021″.
Berita selengkapnya baca :
Nonton ulang tayangannya di :
Sahabat Origin ingin dapatkan ulasan mingguan pasar modal? Kami telah merangkumnya Market Review (6) 09.08.2021


Recent Comments